Rabu, 19 Agustus 2015

Mungkin ini cobaan buat saya. Tuhan sudah mnggariskan takdir saya seperti ini. Setelah ibu saya meninggal 15 tahun Yang lalu, keluarga says jadi kacau balau. Ayah saya menjual rumah keluarga dengan alasan untuk buka usaha. Tapi nyatanya itu hanya omong kosong, ayah saya sering berfoya foya dengan wanita lain. Bahkan waktu itu tidal sedetikpun memikirkan aku Dan adik aku. Setelah ibu says meninggal, kami berdua diasuh oleh bibi saya, dia sudah menggapa kami berdua seperti anaknya. Aku bersyukur masi Ada bibi saya Yang masih may mengasuh kami. Pada tahun 2002 bibi aku menikah. Awalnya, suaminya baik terhadap kami, lama kelamaan suaminya bertindak sesuka hatinya. Bahkan rumah nenek dire but oleh dia. singkat cerita, rumah itu direnovasi oleh dia, ketika direnovasi, kami semua mengungsi. Bibi Dan suaminya mengungsi dirumah mertua bibi saya, sedangkan saya Dan adik says mengungsi do rumah paman saya. Setelah 2bulan selesai, kami semua berencana pindah kerumah itu. Tapi suami bibi saya bilang kalau adik saya tidal bolah tinggal disitu, waktu itu hati saya sperti tercabik cabin belati, says mengais semalaman. Bibi saya tidal terima dengan itu, is minta agar adik saya bisa tinggal disitu, suaminya langsung menampar bibi saya. Bibi hanya visa nangis. Dia bingung harus bagaimana? Akhirnya bibi saya hanya bisa menerima keadaan itu padahal hatinya berontak. Kejadian itu membuat saya sering menangis  setiap malam. Mungkin in I cobaan dari tuhan. Saya selalu berdoa kepada than agar dia cepat mati, Dan saya berharap aku bisa membeli rumah Yang sederhana supaya says bisa berkumpul dengan adik saya. Syukur syukur ayah says juga bisa tinggal bersama saya.
Amin ya Allah. Allahumma amiinn 👼

Tidak ada komentar:

Posting Komentar